Kamis, 27 Juni 2019

ARTIKEL (Memaknai Kesepian dengan Cara Positif)

https://rebanas.com/gambar/images/wallpaper

Kesepian seringkali menyiratkan perasaan sunyi akibat keadaan sendirian. Seseorang yang merasakan kesepian sangat mendambakan kehadiran seseorang yang dapat menghiburnya hingga bisa bersemangat kembali menjalani kehidupan. Perasaan kesepian yang sangat kuat bisa mencekik jiwa penderitanya hingga terasa menyakitkan. Terkadang orang yang merasa kesepian merasa sepertinya tidak ada siapapun yang mengerti dan mempedulikan. Merasa kesepian tentu bukanlah hal yang menyenangkan tapi itulah kehidupan, keadaan tak selamanya selalu menyenangkan diri kita. Meskipun begitu kita jangan lantas ikut terpuruk dan berlarut-larut dalam kesepian karena setiap kejadian pasti ada hikmah di dalamnya. Maknai setiap apapun yang terjadi bahwa hal itu bukanlah arti bahwa hidup kita akan mengalami akhir yang menyedihkan. Kita perlu untuk menyikapi segala sesuatu dengan pandangan positif supaya setiap detiknya ialah hal yang berguna.
Berikut merupakan Cara memaknai Kesepian dengan positif
1.      Sepertinya saya harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan
Bisa jadi ini adalah teguran karena kita sudah jauh dari Nya. Perbanyak doa dan perbaiki ibadah kita. Isi penuh hati kita dengan keimanan supaya hati dan fikiran menjadi tentram jauh dari depresi dan selalu berusaha berpikiran positif.
2.      Saya bisa mengembangkan hobi lebih leluasa
Setiap manusia dilahirkan dengan beragam minat dan hobinya tersendiri. Misalkan kita suka menulis, kita bisa mengebangkan hobi yang sudah lama terpendam itu dengan mulai suka menulis di blog, mengirim tulisan ke media cetak, berkomunitas dengan sesama penulis pemula supaya bisa lebih banyak sharing dan menambah ilmu. Dengan begitu kita bisa menemukan teman-teman baru.
3.      Memperbanyak mensyukuri hidup ternyata banyak yang lebih terpuruk
Sesekali cobalah kita berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal kita atau memperhatikan hal-hal di sekeliling kita. Amati dan perhatikanlah ternyata banyak yang lebih menderita dari kita. Banyak anak-anak diluar sana yang ditinggalkan orang tuanya bahkan mereka harus bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kerja keras seorang diri. Kita harus bersyukur masih mempunyai penghidupan layak.
4.      Saya perlu menyapa kerabat maupun sahabat lama
Sapalah kawan maupun kerabat dekat yang sudah lama tidak berjumpa melalui media sosial contohnya. Mencoba menjalin silaturahmi yang sempat terputus karena kesibukan masing-masing merupakan hal mulia. Dengan melakukan hal tersebut siapa tau kita bisa lebih dekat dengan mereka, meluangkan waktu untuk mencurahkan isi hati bahkan sampai jadi teman hangout bersama. Seperti pepatah mengatakan “Hilang satu tumbuh seribu”.
5.      Mungkin saya harus berbuat baik lebih banyak lagi untuk orang lain
Manusia yang baik ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Coba untuk meluangkan sedikit waktu, ilmu dan materi kita untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan. Seperti menjadi relawan pengajar, bersedekah materi untuk kaum dhuafa, dan kebaikan lainnya. Dengan begitu semangat kita yang tadinya layu akan menjadi tumbuh kembali karena kita merasa masih dibutuhkan orang lain.
6.      Jadi punya waktu luang untuk belajar mengembangkan bakat saya
Libatkan diri kita untuk mengembangkan kemampuan yang sudah kita miliki seperti contohnya mengikuti kursus menjahit. Nah siapa tau dari situ kita bisa buka tempat jahit pakaian kecil-kecilan terlebih dahulu sampai akhirnya bisa buka butik. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita ulet dan optimis.
7.      Bisa punya banyak waktu untuk membaca buku, menambah wawasan dan skill
Maknai kesepianmu dengan memberi asupan otak dengan ilmu dan wawasan tambahan dari buku-buku maupun artikel yang kita baca. Skill bukan hanya bisa diasah dengan praktek akan tetapi membaca pun sangat diperlukan karena kita bisa memahami ilmunya atau teorinya sebelum kita mempraktekan. Seperti yang sudah kita ketahui, buku adalah jendela dunia. Semakin banyak membaca semakin kita bisa mengenali dunia.

Kepribadian manusia yang umum kita dengar ialah terdiri dari introvert (tertutup) dan ekstrovert (terbuka). Meskipun sang introvert mempunyai intensitas waktu sendirian yang lebih banyak di bandingkan ekstrovert, tentu hal tersebut tidak lantas membuat sang introvert tidak perlu bersosialisasi dan selalu menikmati kesendirian. Karena pada dasarnya sifat manusia ialah saling membutuhkan satu sama lain, butuh untuk berinteraksi walaupun setiap orang mempunyai porsinya masing-masing. Apapun itu, sudah sepatutnya kita berhak untuk berbahagia tentunya dengan cara kita sendiri.

Tulisan ini dimuat pula pada Buku terbit Aria Pustaka
Dalam antologi Artikel "Kesepian"
Penulis : Rizka DP.

Cerita Mini (HIJRAH DAN KEPULANGAN)


Pulang adalah sebuah ungkapan kata yang bermakna satu ialah kembali namun memiliki penjabaran yang beragam. Dikatakan demikian karena Pulang dapat berarti bahagia ketika kita dikunjungi oleh orang yang kita sayangi. Mereka akhirnya pulang dari perantauan dengan membawa segudang ilmu, pengalaman maupun uang hasil kerja kerasnya.
Pulang juga merupakan makna untuk mereka yang kembali menemukan cahaya penentram hidup ketika dahulu pernah terjebak kemilau dunia yang menenggelamkan mereka dalam kesesatan. Namun akhirnya mereka pulang dan kembali menuju kebahagiaan hakiki dalam fitrah manusia menghambakan dan mencintai Tuhannya .
Rumah dapat berarti tempat untuk pulang ketika pikiran sudah berkecamuk dan lelah yang menggelantung sepulang mengais rezeki. Apalagi jika didalamnya kita disambut oleh orang  yang kita sayangi. Rasanya semakin menambah kerinduan akan kenyamanan dan rasa hangat dalam rumah sebagai tempat untuk pulang melepas penat.
Pulang bisa berarti kesedihan ialah ketika kita ditinggalkan orang yang kita sayangi berpulang menghadap Tuhan yang Maha Kuasa. Maut dan jodoh, keduanya merupakan sesuatu yang sudah Allah tetapkan. Entah itu maut atau jodoh yang terlebih dahulu datang menghampiri. Apapun itu kita harus siap dengan segala ketetapan yang telah Allah jatuhkan dalam hidup kita. Meskipun kenyataannya proses mengikhlaskan kehilangan itu lebih terasa menyakitkan dibandingkan menjemput kepulangan.
Seperti dikisahkan seorang wanita bernama Ana. Ia telah hijrah dari masa lalunya yang kelam setelah ia menjalani masa penyembuhannya di pesantren dari kecanduan penggunaan obat-obatan terlarang yang nyaris membahayakan nyawanya.
Perjalanan cukup sulit harus ia tempuh ketika mengetahui kenyataan bahwa Ayahnya berselingkuh dengan wanita lain. Ana mengalihkan kesedihannya dengan jalan yang salah hingga Ibunya harus menderita Stroke yang membuat beliau lumpuh. Ana semakin terpuruk hingga ia harus menyayat tangannya sendiri. Ibunya terjatuh dan sangat sedih hingga akhirnya beliau meninggal dunia. Ana berhasil selamat dan untuk mengobati luka hati dan kecanduannya dengan Narkoba, ia mencari ketenangan ke pesantren hingga sembuh.
Tiga tahun kemudian Ana dilamar oleh seorang lelaki soleh. H-3 pernikahan Ana mencoba Ikhlas dan hendak meminta maaf kepada Ayahnya. Namun kenyataan yang harus ia tahu bahwa Ayahnya sudah meninggal 1 tahun lalu. Keluarga Ayahnya memberi tahu bahwa yang membayar biaya ketika ia di Rumah Sakit ialah Ayahnya. Ketika itu Ana merasakan kesedihan mendalam ketika tahu ternyata Ayahnya masih peduli dan sedih ketika tahu kenyataan bahwa kini Ana sebatang kara.
Ketika diperjalanan pulang, motor Ana ditabrak bus yang oleng. Akhirnya Ana melihat cahaya. Cahaya yang membawa jiwanya pergi jauh dan sangat jauh. Dapat ia lihat wajah Ibu dan Ayah yang sangat dirindukannya. Bahagia dan nyaman. Tuhan mengabulkan keinginan Ana dapat bertemu dengan orang tua yang dirindukanya. Ternyata maut lebih dahulu menjemput dari pada pernikahannya.
Dari Kisah diatas dapat kita pahami bahwa keterpurukan tak menjadikan seseorang lantas berakhir dengan mengenaskan dalam dosa dan penyesalan yang berlarut-larut. Masalah dan cobaan dapat menjadi jembatan menuju cahaya yang sesungguhnya. Kepulangan dalam bahagia ketika kita mulai mengikhlaskan apa yang sudah menjadi Takdir-Nya.



Tulisan ini dimuat pula pada Buku terbit Jejak Publisher
Dalam antologi Esai "Pulang"
Penulis : Rizka DP.

Kamis, 03 Januari 2019

Tentang Pengantar Administrasi Bisnis


I.     LANGKAH – LANGKAH MEMULAI BISNIS

Untuk membuka usaha, intip dulu tips-tips berikut ini :
Siapkan Mental
Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji bulanannya. Sedangkan, pengusaha harus menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Maka, ketika kita sudah memilih untuk membuka usaha, terapkanlah mental sebagai pengusaha.
Siapkan Modal
Apapun jenis usahanya, pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal. Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun kamu sudah bisa membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha yang kamu jalankan.
Banyak usaha yang bisa dimulai dengan modal awal 2-10 juta rupiah. Jika masih kesulitan, ajaklah saudara atau teman untuk berbisnis bersama. Usahakan untuk tidak meminjam ke bank dahulu, sebab di awal usaha, apalagi jika usahanya belum terlalu besar, akan riskan jika sudah terbebani dengan utang.
Bidang Usaha
Tentukan bidang usaha yang akan kamu buka. Kamu bisa memilih bidang usaha yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada maupun yang sudah banyak dilakukan.
Membuka usaha di bidang yang belum pernah ada, belum tentu tidak sukses. Coba kamu lihat Aqua. Awalnya, perusahaan itu ragu untuk mengeluarkan produk air minum dalam kemasan botol. Saat pertama kali diperkenalkan, banyak pihak yang merasa produk tersebut tidak akan laku di pasaran. Apalagi belum pernah ada perusahaan yang menjual produk serupa.
Bahkan, banyak yang benar-benar yakin produk itu akan gagal. Mereka berpikir untuk apa membeli air minum yang harganya mahal, kalau bisa memasak sendiri di rumah. Ternyata, produk itu sukses besar. Bahkan banyak perusahaan lain yang mengekor.
Untuk bidang usaha yang sudah pernah ada, buatlah ciri khas atau kelebihan yang tidak dimiliki pengusaha lain. Sebagai contoh adalah butik milik Hughes. Meskipun usaha butik bertebaran di mana-mana, butik milik Hughes bisa sukses. Sebab, butik itu memiliki ciri khusus yaitu hanya menjual pakaian berukuran besar.
Lokasi
Lokasi merupakan peran penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai diyakini akan membuat usahamu cepat dikenal dan menarik banyak peminat. Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.
Namun, terkadang lokasi bisa “menipu”. Banyak bidang usaha yang laris manis dan sukses meskipun berada di tempat yang sepi. Ada juga bidang usaha yang mampu menembus pasar internasional meskipun barangnya diproduksi dari tempat berlokasi di gang sempit.
Karena itu, pikirkan baik-baik mengenai lokasi. Untuk usaha yang baru berdiri, jangan ragu untuk memanfaatkan ruangan yang ada di rumah. Banyak, lho, usaha yang sukses yang berawal dari garasi rumah.
Fokus
Fokuslah pada satu bidang usaha terlebih dahulu. Banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang, karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu banyak ingin mencoba bidang usaha lain.
Sebaiknya, bersabarlah dahulu agar satu bidang bisnis berjalan hingga sukses. Setelah itu, barulah melebarkan sayap ke bidang bisnis yang lain.
Cari Pelanggan
Kenalkan bidang usahamu ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan atau usaha jasamu ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien.
Caranya bisa melalui promosi dari mulut ke mulut. Ceritakan bidang usahamu kepada teman dekat. Lalu, mintalah bantuannya untuk menyebarkan ke teman-temannya. Dengan cara ini akan semakin banyak orang yang tahu tentang usahamu.
Bisa juga dengan cara membuat brosur dan menyebarkan dari rumah ke rumah. Cara ini cukup ampuh, lho. Selain brosur, buatlah plang yang dipasang di depan tempat usaha, serta di tempat-tempat strategis lainnya.
Selain dua cara itu, bisa juga dilakukan pemasangan iklan di internet. Di era cyber ini, banyak orang yang senang berbelanja dengan cara online, atau mencari informasi barang dan jasa yang dibutuhkan, melalui internet.
Cara Berbisnis
Sebenarnya, berbisnis itu mudah, kok. Contohnya, barang seharga Rp. 1.000. Tugasmu adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu, misalnya Rp. 1.500. Intinya, dari sebuah barang, kamu bisa menjualnya dengan memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut sebanyak-banyaknya. Semakin banyak laku, semakin banyak pula keuntungan yang kamu dapatkan.
Pegawai
Pada awal membuka usaha, kamu hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain kamu sendiri yang mengurus usaha tersebut, kamu bisa melibatkan suami atau anggota keluarga yang lain untuk ikut mengelola. Tujuannya agar mereka dapat ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usahamu berkembang, kamu bisa mepekerjakan pegawai tambahan.
Perencana Keuangan
Keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal. Ketika usaha sudah berjalan, kamu harus pandai mengatur alur keluar masuknya uang. Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.
Mulai!
Sudah memikirkan segala sesuatunya? Kalau begitu, mulailah!
Risiko
Membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, kalau kamu sudah menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju usahamu, nama baikmu semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga kelangsungan bisnis, kamu juga harus terus menjaga nama baikmu. Sekali saja nama baikmu tercoreng, saat itu juga usaha yang telah kamu rintis, bisa hancur berantakan.
Antisipasi Kegagalan
Risiko kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Karena itu kamu dituntut untuk bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang tak beres.
Untuk mengantisipasi kegagalan, buatlah aturan mengenai pengambilan keuangan. Pemilik usaha memang berhak mengambil uang dari perusahaan. Tapi, cara pengambilan dan jumlahnya, harus tersistem dengan jelas.
Begitu pula dengan operasional, harus memiliki sistem yang baku. Delegasikan tugas-tugas pada pegawai. Sehingga, apabila kamu berhalangan, bisnis tetap dapat berjalan. Semakin sedikit campur tangan pemilik dalam usahanya, berarti usaha tersebut semakin baik. Yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.
Perbudak diri sendiri
Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.
Hargai waktu.
Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.
Jual kelebihannya, bukan harganya. 
Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar
Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.
Gunakan teknologi terbaru
Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.
Jadilah yang terbaik
Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.


II. HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan dan biaya lannnya yang dikeluarkan untuk pelanggan.
Keuntungan secara sederhana adalah jumlah uang yang tersisa dari pendapatan perusahaan setelah dikurangi biaya, seperti pasokan produk, pajak, sewa tempat, pemasaran dan biaya gaji.
Sebuah perusahaan dapat memiliki pendapatan tanpa mengasilkan keuntungan, tetapi tidak dapat memiliki keuntungan tanpa pendapatan apapun. Dalam beberapa kasus, biaya perusahaan bisa melebihi pendapatan, dan dalam kasus ini perusahaan mengalami kerugian.
Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin memiliki pendapatan yang signifikan, tetapi menikmati keuntungan yang sangat sedikit dari penjualan. Ini biasa terjadi karena pengeluaran perusahaan sangat tinggi sehingga sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Kadang-kadang pendapatan perusahaan bisa sangat rendah sehingga bahkan biaya yang kecil pun bisa menggerogoti potensi keuntungan perusahaan.
Laba diperoleh dari pendapatan setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan operasional perusahaan. Pendapatan yang besar dari kegiatan utama menggambarkan keoptimalan pihak manajemen dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Selain itu pendapatan yang besar mencerminkan perolehan laba yang besar.
Secara matematis apabila pendapatan lebih besar dari biaya akan diperoleh laba, sebaliknya apabila pendapatan lebih kecil dari biaya akan diperoleh kerugian dan apabila pendapatan sama besarnya dengan biaya akan mengabikatkan tidak mendapatkan keuntungan (laba) maupun kerugian, ini yang disebut titik impas (break event point).Pada kenyataannya tidak seiamanya besarnya pendapatan yang diperoleh akan memperlihatkan besarnya perolehan laba. Karena pada dasarnya untuk mendapatkan laba, pendapatan yang diperoleh hams dikurangkan terlebih dahulu dengan biaya-biaya.

III. PELAKU BISNIS
Pelaku bisnis atau pelaku usaha adalah setian orang perorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan keiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi
Ketentuan di atas dapat kita jabarkan ke dalam beberapa syarat, yakni:
Bentuk atau wujud dari pelaku usaha:
Orang perorangan, yakni setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri.
Badan usaha, yakni kumpulan individu yang secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yakni :

  • Badan hukum. Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi. Perusahaan Badan Hukum Merupakan perusahaan yang dapat dimiliki oleh swasta maupun negara, dapat berupa perusahaan persekutuan. Jenis perusahaan inin didirikan dan dimiliki oleh beberapa orang pengusaha baik swasta maupun negara yang memenuhi syarat-syarat sebagai badan hukum. Jenis perusahaan ini dpat memnjalankan usaha di semua bidang perekonomian ( Perindustrian, perdagangan, Perjasaan, dan pembiayaan). Contohnya : Perseroan Terbatas (PT), Koperas, Perusahaan Umum, Perusahaan Perseroan (Persero).
  • Bukan badan hukum. Merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan swasta, dapat berupa perusahaan perseorangan maupun perusahaan persekutuan. Contohnya : Perusahaan Perseorangan, Perskutuan Perdata, CV. Jenis badan usaha selain ketiga bentuk badan usaha diatas dapat dikategorikan sebagai badan usahan bukan badan hukum, seperti firma, atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil. Misalnya, pada saat mobil Anda mogok karena terjebak banjir, ada tiga orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,- Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.
Badan usaha tersebut harus memenuhi salah satu kriteria ini:
1. Didirikan dan berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
2. Melakukan kegiatan di wilayah hukun Negara Republik Indonesia
Apa sih perbedaan antara didirikan, berkedudukan dan melakukan kegiatan? Didirikan erat kaitannya dengan badan hukum. Misalnya PT A, berdasarkan anggaran dasarnya didirikan di Indonesia. Sedangkan berkedudukan cakupannya lebih luas dari didirikan. Selain terdapat pada badan hukum, juga melekat pada non badan hukum, baik individu maupun sekelompok orang. Ini dapat ditemukan di tanda pengenal, seperti KTP atau surat izin praktek. Lalu istilah melakukan kegiatan lebih luas dibanding berkedudukan. Sebagai contohnya akhir-akhir ini sering kita jumpai tabib-tabib dari Tiongkok melakukan pengobatan di Indonesia. Mereka bukan badan hukum, sehingga tidak didirikan di Indonesia. Mereka juga tidak berkedudukan di Indonesia. Namun mereka tetap harus tunduk pada UU PK.Pertanyaan selanjutnya.Mengapa digunakan kata-kata di wilayah hukum Negara Republik Indonesia, bukan di Indonesia? Karena di wilayah hukum Negara Republik Indonesia pengertiannya lebih luas. Selain di Indonesia, juga mencakup daerah-daerah lain dimana hukum Indonesia berlaku, seperti di kapal laut atau pesawat Indonesia dan di kedutaan besar Indonesia di negara lain.

  • Kegiatan usaha tersebut harus didasarkan pada perjanjian.
  • Di dalam berbagai bidang ekonomi. Pengertian ini sangat luas, bukan hanya pada bidang produksi.
Dengan demikian jelaslah bahwa pengertian pelaku usaha menurut UU PK sangat luas. Yang dimaksud dengan pelaku usaha bukan hanya produsen, melainkan hingga pihak terakhir yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti agendistributor dan pengecer (konsumen perantara).

IV. FUNGSI UTAMA DALAM BISNIS

Pengertian Bisnis 
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk, yang semula kurang bernilai, setelah diubah atau diolah menjadi menjadi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat / konsumen.Nilai kegunaan (utility Value) yang diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adalah terangkum dalam fungsi utama bisnis.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :

  • Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari fungsi produksi
  • Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau fungsi distribusi
  • Mengubah kepemilikan (possessive utility), yaitu fungsi penjualan
  • Menunda waktu kegunaan (time utility), atau fungsi pemasaran
Steinhoff menyebutkan ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu :

  • Mencari bahan mentah (acquiring raw material)
  • Mengubah bahan mentah menjadi barang jadi(manufacturing raw materials into product)
  • Menyalurkan barang yang sudah jadi tersebut ketangan konsumen (distributing product to consumers)
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan
sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Bisnis juga mempunyai aspek-aspek yang menunjang kelangsungan bisnis tersebut, seperti berikut ini:
  • Kegiatan individu dan kelompok
  • Penciptaan nilai
  • Penciptaan barang dan jasa
  • Keuntungan melalui transaksi



SEKIAN
Thank you for your kindly attention

Makalah Larangan Penggunaan Alat Tertentu untuk Menangkap Ikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Penggunaan alat tertentu bagi nelayan dalam menangkap ikan merupakan kebijakan baru yang saat ini tengah menjadi pro dan kontra bagi para nelayan karena ketidak siapan para nelayan dalam menghadapi permasalahan yang akan terjadi jika saja penggunaan alat penangkap ikan yang sudah menjadi turun temurun tersebut dilarang penggunaannya.
Kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan alat tertentu dalam menangkap ikan merupakan kebijakan yang tentunya baik untuk kelangsungan hidup ekosistem biota laut dalam menjaga kelestariannya yang saat ini banyak dirusak habitatnya oleh penggunaan alat-alat penangkap ikan yang secara bebas dan tidak terkendali sebelumnya.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang menjadi permasalahan di larangnya penggunaan alat tertentu dalam mencari ikan bagi nelayan?
2.      Bagaimana sikap nelayan dalam menanggapi larangan tersebut?
3.      Apa yang dilakukan pemerintah dalam menanggapi dampak kebijakan yang di tetapkan tersebut?

C.    TUJUAN
Tujuan penulisan makalah mengenai Larangan Penangkapan Ikan menggunakan alat Tertentu ini ialah untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para nelayan dan pemerintah juga bagaimana respon dan dampak yang diakibatkan dari peraturan dilarangnya penggunaan alat penangkap ikan tersebut.
Selain itu, makalah ini dibuat untuk dapat memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis dan dalam rangka pembelajaran menganalisis permasalahan yang sedang booming dan terjadi saat ini di Negara kita. Diharapkan Makalah mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi yang membahas mengenai “Larangan Penggunaan Alat Tertentu Oleh Nelayan” ini bisa bermanfaat bagi saya selaku penyusun dan bagi para pembaca.



Untuk pengguna cantrang di Jawa Tengah (Jateng), saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Penggunaan cantrang tetap diperbolehkan di zona laut teritorial Jateng, atau di bawah 12 mil dan dengan menggunakan kapal di bawah 30 Gross Ton (GT).
Untuk meringankan beban nelayan yang memiliki pinjaman bank, pihak KKP akan memberi fasilitas pendampingan. "Fasilitas pendampingan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi saat ini," ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga akan melibatkan pemerintah daerah untuk mendampingi nelayan ke perbankan agar mendapat biaya cicilan lebih murah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.      DILARANGNYA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TERTENTU
Larangan penggunaan alat penangkapan ikan (API) jenis trawl atau pukat atau cantrang seperti diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) No.2 tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan API Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia menuai protes banyak nelayan di Indonesia.
Larangan mengenai penggunaan jaring Pukat Harimau sebenarnya berangkat dari kesepakatan antara jajaran Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan nelayan pada 2009. Namun karena ada pembiaran yang cukup lama dari pihak Kementerian dan pemilik kapal juga tak mengindahkan, terkesan aturan larangan penggunaan alat jenis ini berlangsung tiba-tiba saat ini saja. Adapun disini dibahas mengenai beberapa alat penangkap ikan yaitu,
Beberapa Alat tangkap Ikan yang di larang Penggunaannya yaitu :
1.        Cantrang
Cantrang adalah salah satu jenis Alat Penangkapan Ikan (API) yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines). 
Bagi sejumlah nelayan khususnya di Jateng istilah cantrang atau dogol atau pukat dogol adalah pukat kantong yang dioperasikan di dasar perairan, terutama untuk menangkap ikan-ikan demersal dan hewan-hewan dasar lainnya. Dogol pada dasarnya mirip, dan biasanya disamakan, dengan demersial danish seine yang dipakai di dunia barat. Alat tangkap cantrang dogol termasuk satu dari enam jenis pukat tarik berkapal (boat or vessel seines. Pukat dogol berbeda dengan pukat harimau (trawl), karena dogol tidak ditarik kecuali sepanjang tali utamanya saja.


2.        Pukat Udang (Shrimp Trawl)
Pukat udang adalah jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya udang. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board) dan Turtle Excluder Device/TED. 
3.        Pukat Ikan (Fish Net)
Pukat Ikan atau Fish Net adalah jenis penangkap ikan berbentuk kantong bersayap yang dalam operasinya dilengkapi (2 buah) papan pembuka mulut (otter board), tujuan utamanya untuk menangkap ikan perairan pertengahan (mid water) dan ikan perairan dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya ditarik melayang di atas dasar hanya oleh 1 (satu) buah kapal bermotor.
4.        Pukat Kantong (Seine Net)
Pukat Kantong adalah alat penangkapan ikan berbentuk kantong yg terbuat dari jaring dan terdiri dari 2 (dua) bagian sayap, badan serta kantong jaring. Bagian sayap pukat kantong (seine net) lebih panjang dari pada bagian sayap pukat tarik (trawl). Alat tangkap ini digunakan untuk menangkap berbagai jenis ikan pelagis, dan demersal. Pukat Kantong terdiri dari Payang, Dogol dan Pukat Pantai.
5.        Pukat Cincin (Purse Seine)
Pukat cincin atau jaring lingkar (purse seine) adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk empat persegi panjang atau trapesium, dilengkapi dengan tali kolor yang dilewatkan melalui cincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring (tali ris bawah), sehingga dengan menarik tali kolor bagian bawah jaring dapat dikuncupkan sehingga gerombolan ikan terkurung di dalam jaring.
6.        Pukat Harimau
Pukat Harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal pukat, bisa melalui samping atau belakang. Sebuah alat yang efektif tapi sayangnya tidak selektif, karena alat ini merusak semua yang dilewatinya.
Sumber Perusak utama dari Pukat Harimau adalah lubang bukaan jaring yang memiliki bobot beberapa ton dan membuat lubang galian yang diseret sepanjang bagian bawah dasar laut hingga menyebabkan batu besar atau batu karang akan terseret secara bersamaan sehingga mengganggu atau bahkan merusak area dasar laut, dan jelas ini berdampak pada penurunan keanekaragaman spesies dan perubahan ekologi organisme lautan.
Adapun Perangkap Ikan yang diperbolehkan penggunaannya yaitu :
1.        Jaring Angkat (Lift Net)
Jaring angkat adalah alat penangkapan ikan berbentuk lembaran jaring persegi panjang atau bujur sangkar yang direntangkn atau dibentangkan dengan menggunakn kerangka dari batang kayu atau bambu (bingkai kantong jaring) sehingga jaring angkat membentuk kantong.
2.        Perangkap (Traps) 
Terbuat dari jaring, bambu, kayu dan besi, yangg dipasang secara tetap di dasar perairan atau secara portable (dapat dipindahkan) selama jangka waktu tertentu. Umumnya ikan demersal terperangkap atau tertangkap secara alami tanpa cara penangkapan khusus.
3.        Jaring Insang (Gillnet)
Jaring insang adalah alat penangkapan ikan berbentuk lembaran jaring empat persegi panjang, yang mempunyai ukuran mata jaring merata. Lembaran jaring dilengkapi dengan sejumlah pelampung pada tali ris atas dan sejumlah pemberat pada tali ris bawah. 
4.        Pancing (Hook and Lines)
Pancing adalah alat penangkapan ikan yang terdiri dari sejumlah utas tali dan sejumlah pancing. Setiap pancing menggunakan umpan atau tanpa umpan, baik umpan alami ataupun umpan buatan. Alat penangkapan ikan yang termasuk dalam klasifikasi pancing, yaitu rawai (long line) dan pancing.

B.       KASUS
KEBIJAKAN DILARANGNYA PENGGUNAAN CANTRANG
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Tangkap menyebutkan, pemakaian alat tangkap cantrang dapat memicu konflik sesama nelayan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Gellwynn Jusuf ‎mengatakan, salah satu contoh konflik tersebut seperti di Kalimantan Selatan. Di mana, nelayan yang kapalnya menggunakan alat tangkap cantrang memasuki zona yang seharusnya tidak perlu menggunakan alat tersebut.
"Terjadi pelanggaran daerah penangkapan ikan yang menyebabkan konflik dengan nelayan setempat, seperti kasus di Kota Baru, Kalimantan Selatan, Masalembo, dan Sumenep," kata Gellwyn di Kantor KKP, Jakarta, Minggu (22/2/2015).
Menurut dia, alat tangkap cantrang tidak hanya memicu konflik sesama nelayan, alat tersebut juga mampu memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan kelautan.
Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) KP NO.2/Permen-KP/2015 tentang larangan penggunaan Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets), maka setiap orang dilarang mengoperasikan cantrang di seluruh wilayah Indonesia.
Namun, Gellwynn mengungkapkan bahwa penggunaan alat cantrang tersebut bukannya berkurang malah semakin meningkat. Salah satunya di Jawa Tengah, jumlah kapal yang menggunakan alat tangkap canreang ini telah mencapai 10.758 di 2015, atau meningkat 100 persen dari 2007 yang hanya 5.100.
"Dari segi jumlah meningkat dari 5100 menjadi 10.758 pada 2015, padahal sesuai komitmen seharusnya dikurangi secara bertahap," tukas dia.

C. ANALISIS
Dampak yang ditimbulkan dengan dilarangnya penangkapan ikan menggunakan alat tertentu
Alat penangkap ikan yang baik tentunya ialah yang banyak membawa dampak baik bagi kelestarian lingkungan dan juga tidak menyulitkan para nelayan dalam menjalankan mata pencahariaannya. Jika kelestarian biota laut tetap terjaga maka keanekaragaman ikan, terumbu karang dan semua penghuni laut  akan tetap terjaga dari kepunahan. Jika penangkapan ikan terus berlangsung dengan tanpa mempedulikan faktor-faktor lingkungan pastinya akan membawa pengaruh buruk bagi para nelayan dalam jangka waktu kedepannya karena cadangan Ikan yang semakin berkurang disebabkan rusaknya habitat mereka dalam berkembang biak seperti terumbu karang. Penangkapan ikan-ikan kecil yang tidak terkendali juga penangkapan ikan, kepiting , lobster dan makluk air lain yang sedang bertelur dan sedang melakukan fase pembuahan pada telur-telurnya akan menyebabkan populasinya semakin menipis.
Dilarangnya penggunaan alat tangkap tertentu dalam melaut seperti cantrang justru disambut kurang baik oleh para Nelayan karena hasil tangkapan mereka menurun. Banyak nelayan tradisional yang mengandalkan alat tangkap tersebut saat melaut. Selama bertahun-tahun penggunaan trawls dan seine nets--yang dalam istilah nelayan setempat disebut sebagai kapal cantrang--telah menopang perekonomian keluarga nelayan, yang mayoritas di bawah garis kemiskinan. Terbitnya larangan itu seolah merobohkan tiang penyangga penghidupan mereka. Hal tersebut memicu demonstrasi besar-besaran para nelayan.
Merujuk kepada kasus diatas, ternyata pelarangan menggunakan alat tangkap cantrang ini ada baiknya juga bagi nelayan. Para nelayan jadi tidak bisa seenaknya menggunakan catrang di semua wilayah perairan dalam menangkap ikan karena penggunaannya telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) KP NO.2/Permen-KP/2015 sehingga hukumlah yang langsung menindaklanjuti.
Lagi pula larangan penggunaan cantrang bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di negara lain seperti Hong Kong. Bahkan dunia pun sudah mengganggap penggunaan cantrang merugikan ekosistem laut yang pada akhirnya akan mengurangi populasi ikan.

D. SOLUSI
Solusi Pemerintah terhadap nelayan mengenai Dilarangnya penggunaan alat tertentu dalam menangkap ikan
Dilarangnya penggunaan alat tangkap tertentu dinilai positif, untuk menghindari dampak negatif penggunaan alat tangkap yang bisa mengganggu ekosistem dan kesinambungan sumber daya perikanan dalam jangka panjang. Namun, di sisi lain, kebijakan itu jangan sampai merugikan nelayan tradisional.
Nasib nelayan tradisional harus menjadi perhatian utama. Niat baik mengamankan perairan nasional dari penjarah ikan, harus pula dibarengi upaya konkret untuk melindungi kepentingan nelayan. Kebijakan yang diambil harus menjamin kelangsungan hidup nelayan tradisional, bahkan harus mengarah pada peningkatan kesejahteraan. Jangan sampai langkah yang diambil, terutama yang sifatnya larangan, kontraproduktif terhadap kepentingan nelayan kita.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah seharusnya  memberi solusi bagi nelayan tradisional yang merasa dirugikan karena hasil tangkapannya menurun. Sejumlah langkah harus diambil, misalnya menyosialisasikan penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan tetap bisa memberi hasil optimal, memberi pelatihan, dan memberi bantuan modal kepada nelayan untuk memiliki alat-alat dimaksud.
Terkait dengan desakan nelayan di Jawa Tengah agar tetap bisa menggunakan cantrang, diberi kelonggaran, tapi tetap berlaku larangan bagi wilayah lain. Mereka yang diperbolehkan menggunakan cantrang hanya nelayan pemilik kapal di bawah 30 gross ton dan hanya boleh beroperasi di bawah 12 mil garis pantai.
Langkah simultan ini penting dilakukan agar kebijakan larangan tetap bisa dijalankan demi menjamin sumber daya perikanan dalam jangka panjang. Pada saat yang sama, kepentingan nelayan tradisional tidak terganggu. Mereka tetap dapat melaut dengan hasil tangkapan ikan yang optimal, tanpa ada kekhawatiran merusak ekosistem laut dan mengurangi sumber daya perikanan.
PEMERINTAH tidak akan melonggarkan larangan penggunaan cantrang (trawl) untuk menangkap ikan. Menteri Kelautan dan Perikanan mengaku tidak bisa mengganti rugi atau membeli cantrang milik nelayan. Menurutnya, nelayan yang memiliki kapal cantrang bukan nelayan miskin. Banyak dari mereka yang memang berkecukupan. Kapal yang mereka gunakan itu ukurannya besar, 100-150 gross ton. Harga kapal mereka kira-kira Rp5 miliar- Rp6 miliar. Dan harga jaring cantrang itu Rp800 juta-Rp1 miliar. Daripada mengganti cantrang mereka, kan lebih baik saya kasih bantuan ke nelayan tradisional,  tegas Susi dalam jumpa pers, kemarin. Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjadja mengungkapkan banyak nelayan pengguna cantrang yang membeli kapal dengan cara kredit.
Setelah program tersebut ditetapkan, baiknya nelayan dapat mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar aturan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Nelayan harus bisa menyesuaikan diri pula dengan alat penangkap ikan yang lebih ramah lingkungan dengan mengikuti pelatihan dan mau mempelajarinya dengan baik cara penggunaannya sehingga bisa memperoleh ikan tangkapan secara optimal.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Pelarangan penggunaan alat tertentu untuk menangkap ikan bagi nelayan memiliki dampak positif dan negatif diantaranya ialah dampak negatifnya yaitu banyak terjadi demo dari kalangan para nelayan tradisional yang sudah terbiasa menggunakan alat tangkap ikan yang saat ini dilarang tersebut (cantrang) karena hasil ikan yang di dapatkan dari alat tersebut cukup banyak dan optimal. Kesejahteraan para nelayan semakin berkurang ditambah lagi pada umumnya mereka berada di dalam garis kemiskinan maka semakin menyulitkan nelayan yang biasa menangkap ikan dengan alat tersebut terpaksa tidak / jarang melaut. Dampak positifnya yaitu, keanekaragaman ekosistem laut akan tetap terjaga kelestariannya dan nelayan pun tidak akan berseteru mengenai penggunaan cantrang karena saat ini telah dibatasi penggunaannya hanya di wilayah tertentu.
Akan tetapi pemerintahpun tidak lantas lepas tangan akan kebijakan yang telah mereka buat tersebut karena tidak mungkin pemerintah memberikan kelonggaran penggunaan cantrang tersebut mengingat dampak buruk yang di timbulkan dari penggunaannya terhadap lingkungan ekosistem laut. Karenanya pemerintah meringankan beban pinjaman kredit bagi para nelayan dan melakukan berbagai pelatihan kepala para nelayan mengenai bagaimana cara menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dengan hasil tangkapan yang optimal.
B.       SARAN
Hendaknya para nelayan mematuhi peraturan pemerintah dengan tidak menggunakan peralatan tertentu seperti cantrang dalam menangkap ikan untuk melaut karena mengingat lebih banyaknya dampak positif yang diperoleh dari dilaksanakannya hal tersebut. Para nelayanpun hendaknya dapat konsisten dan mau mempelajari dengan baik dan sungguh-sungguh mengenai penggunaan alat penangkap ikan yang lebih ramah lingkungan karena sebagian besar nelayan tradisional sudah turun temurun terbiasa menggunakan jaring kenis pukat /cantrang.
Pemerintah hendaknya dapat menegakkan dengan baik kebijakan tersebut dan dapat konsisten dalam pemberian pelatihan dan konsisten terhadap program kelonggaran kredit kepada nelayan tersebut demi tersejahterakannya para nelayan yang sebagian besar berada di kalangan ekonomi rendah.


DAFTAR PUSTAKA/ KAJIAN PUSTAKA






ARTIKEL (Memaknai Kesepian dengan Cara Positif)

https://rebanas.com/gambar/images/wallpaper Kesepian seringkali menyiratkan perasaan sunyi akibat keadaan sendirian. Seseorang yang me...