Kesalahan Berbahasa Pada Spanduk, Poster Himbauan dan Papan Nama Toko di Kota Bandung


Penelitian langsung ke lapangan saya lakukan sekitar bulan Juli 2017 di Kota Bandung. Kenyataannya masih banyak ditemukan kesalahan pada penulisan kata di tempat umum baik disadari maupun tidak disadari oleh masyarakat sekitar. Tragisnya orang-orang cenderung mengabaikan hal tersebut, padahal hal seperti itu sangatlah penting. 

Kesalahan berbahasa dapat mempengaruhi makna yang sebenarnya ingin disampaikan atau bahkan bisa menyurutkan minat konsumen untuk tertarik membeli di toko tersebut. Berikut merupakan penjelasan simple yang saya pahami :

Pembahasan Kesalahan Berbahasa Pada Poster Himbauan

Tidak sedikit toko atau warung yang memasang poster himbauan “NGAMEN GRATIS” dengan maksud supaya tidak banyak pengamen yang datang ke rumah atau toko tersebut. Banyak yang beranggapan Ngamen Gratis berarti pengamen tidak akan diberi uang sepeserpun jika mengamen di tempat tersebut. Namun bagi orang awam, “Ngamen Gratis” bisa saja dipahami sebagai pengamen yang gratis makan di warung tersebut atau pengamen gratis untuk diam di depan toko tersebut dan membuat konser kecil atau mengamen sepuasnya.
Ngamen adalah seorang atau beberapa orang yang memainkan musik, menari, menyanyi di tempat umum dengan berpindah-pindah. Sedangkan Gratis adalah cuma-cuma atau tidak dipungut bayaran.  Dapat disimpulkan Ngamen Gratis adalah pengamen yang tidak dipungut bayaran. Contohnya saja kalimat Makan Gratis berarti orang yang makan tidak harus membayar lalu Ngamen gratis juga seharusnya bermakna orang yang ngamen tidak harus membayar. Timbulah pertanyaan, “Memang ngamen harus bayar ya?”.

Kalimat Ngamen Gratis muncul sebagai kalimat yang lebih halus untuk mengusir pengamen yang datang, namun entah berasal dari mana dan siapa pencetus kalimat tersebut hingga menjadi suatu kalimat yang dianggap umum digunakan untuk mengusir pengamen.

Seharusnya Kalimat Ngamen Gratis bisa diganti dengan kata yang maknanya lebih spesifik seperti Ngamen tidak dibayar atau Dilarang Ngamen dan lain sebagainya. Meski kalimat Ngamen Gratis sudah menjadi kalimat yang umum untuk mengusir pengamen namun jangan salahkan jika ada orang yang tidak mau beranjak dan terus menerus ngamen di warung/toko anda karena tidak mengerti.


Pembahasan Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Poster Himbauan

Poster yang ditempel di depan Toko Meubel tertulis TERIMA KASIH TIDAK BERHENTI MEROKOK” dinilai memiliki makna ambigu. Orang yang melihat pasti akan dibuatnya membaca berulang kali untuk mengerti makna dari kalimat tersebut. Kalimat di atas bisa bermakna ucapan terima kasih untuk orang yang tidak berhenti merokok jika dibaca secara langsung. Tapi aneh rasanya jika himbauan untuk merokok ditulis dalam bentuk poster apalagi toko tersebut tidak menjual rokok tapi menjual meubeul.

Namun bisa juga bermakna lain yang mengungkapkan terima kasih untuk orang yang tidak berhenti dan lalu merokok di lokasi tersebut. Seharusnya kalimat poster di atas menggunakan tanda baca atau kata tambahan supaya orang yang membacanya tidak bingung dengan maksud yang hendak disampaikan. Misalkan jika memang poster tersebut menegaskan bagi orang untuk tidak berhenti dan merokok di lokasi tersebut seharusnya kalimat diberikan tanda (,) seperti TERIMA KASIH TIDAK BERHENTI, MEROKOK” atau TERIMA KASIH TIDAK BERHENTI DAN MEROKOK.

Pemilik toko seharusnya memperhatikan hal sekecil apapun termasuk pemilihan kalimat dalam poster. Karena akan tidak efektif jika makna yang ingin disampaikan malah diartikan lain oleh pembaca. Misalkan ada orang yang duduk dan merokok di depan toko terus menerus dari pagi sampai siang, lalu orang tersebut dimarahi oleh pemilik toko. Sebenarnya yang salah adalah pembuat poster karena membuat kalimat poster dengan kalimat ambigu.


Pembahasan Kesalahan Berbahasa Pada Papan Nama Toko

Pada papan nama tersebut tertulis “Apotik Moria”. Tak jarang banyak kita temui kata Apotik pada papan nama toko yang menjual obat dan peralatan medis. Sebenarnya menurut KBBI kata yang benar adalah Apotek. Kita juga sering mendengar orang yang ahli di bidang farmasi dengan sebutan Apoteker bukan Apotiker. Kata Apotek sendiri berasal dari bahasa Belanda Apotheek yang berarti tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis. Meskipun perbedaan pada penyebutan dan penulisan memiliki perbedaan yang tipis, namun tetap saja kata tersebut tidak tepat penggunaannya karena bisa jadi orang awam yang membaca papan nama tersebut menganggap kata Apotik merupakan penggunaan yang tepat.

Sebelum membuat papan nama hendaknya pemilik toko memilih kata-kata sesuai dengan KBBI supaya tidak menimbulkan kekeliruan. Jangan hanya menilai benar tidaknya kata dari banyak tidaknya digunakan oleh masyarakat tetapi harus ada dasar kuat yang membuktikan kebenaran dari kata tersebut. Toko Anda bisa jadi korban ketidakpercayaan masyarakat jika dari nama tokonya saja sudah salah penulisan. Budayakan untuk selalu mendapatkan sumber terpercaya sebelum menetapkan keputusan termasuk ketika menuliskan kata-kata pada papan nama toko.


Pembahasan Kesalahan Berbahasa Pada Spanduk


Pada spanduk diatas tertulis “Celep Levis Katun Kaduroy”. Terdapat kata celep yang tidak baku menurut KBBI dan penggunaan kata Kaduroy yang tidak tepat. Kaduroy yang dimaksud merupakan jenis kain yang biasanya digunakan untuk pakaian. Sedangkan Levis merupakan merk Jeans, bukan termasuk jenis kain.

Kata Celep bisa diganti dengan kata yang baku seperti Celup yang berarti pewarna yang dicampuri air untuk mewarnai baju, kain dan sebagainya. Sedangkan Levis baiknya diganti dengan kata Jeans karena pada spanduk tersebut dimaksudkan jenis-jenis kain. Untuk kata Kaduroy seharusnya diubah menjadi Korduroi atau jika memang ingin menggunakan bahasa Inggris seharusnya Corduroy. Selain itu, Kalimat “Celep levis Katun Kaduroy” juga baiknya diberikan tanda baca koma (,) sebagai pemisah kata satu dengan yang lainnya dan titik dua (:) supaya lebih mudah dipahami. Tanda Titik Dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. Jadi, seharusnya kalimat pada spanduk di atas, ditulis “Celup : Jeans, Katun, Korduroi”.

Pemilik kios tersebut seharusnya memperhatikan cara penulisan yang tepat sesuai dengan ketentuan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika kalimat yang ditulis benar, maka setiap orang yang membaca tidak dibuat bingung dengan maksud yang ingin disampaikan pemilik kios. Meskipun kata-kata tersebut sudah umum di lingkungan kios dan penyebutannya di masyarakat memang seperti itu, namun tetap saja tata bahasa yang baik dan pengunaan tanda baca perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum membuat spanduk.


Pembahasan Kesalahan Berbahasa Pada Spanduk

Pada spanduk sebelah kanan tertulis “Menyediakan Variasi & Akcesories Motor” yang dimaksudkan bahwa toko tersebut menjual barang-barang untuk membuat motornya terlihat menarik. Namun pada kalimat tersebut terdapat kata “Akcesories” yang seharusnya ditulisan dalam bahasa Indonesia yang benar yaitu “Aksesoris”. Aksesoris merupakan benda-benda yang digunakan sebagai pelengkap untuk mendukung penampilan supaya terlihat lebih menarik tak hanya berlaku bagi manusia tetapi juga benda mati seperti motor, mobil dan lain sebagainya. Dalam bahasa Inggris disebut Accessories.

Dalam spanduk tersebut tertulis “Akcesories” yang entah itu sebagai bentuk kreatifitas pemilik yang menggabungkan antara bahasa Inggris dan Indonesia menjadi satu kata atau supaya terlihat berbeda dengan yang lain, tetap saja penggunaan kata “Akcesories” dinilai tidak tepat. Spanduk dengan kata yang tidak tepat bisa berpengaruh terhadap minat konsumen untuk mengunjungi toko tersebut terutama bagi orang yang mempunyai intelektual mengenai bahasa yang baik dan benar.

Baiknya, pemilik toko tersebut tidak asal dalam memberikan tulisan pada spanduk. Jika memang kurang yakin, seharusnya tanyakan kepada yang lebih mengerti atau mencari sumber yang dipercaya. Setiap kata yang tertulis pada spanduk dapat menjadi pertimbangan bagi orang untuk datang dan membeli produk yang kita jual.

Kesimpulan :
Seharusnya orang menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah KBBI dan menggunakan tanda baca yang tepat supaya makna yang terkandung didalamnya tidak rancu. Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bangga dan mengaplikasikan bahasa yang baik dan benar terutama untuk di tempat umum.

Komentar