Kamis, 23 November 2017

Marketing Plan Kuliner Peuyeum



PEUYEUMBALL CHOCOCHEESE

BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karna pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian besar masyarakat memilih makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.

Makanan tradisional sudah jarang sekali diminati oleh anak muda karena perbedaan kebiasaan dan pergaulan yang mempengaruhi, kebanyakan anak muda lebih memilih makanan modern yang belum tentu sehat untuk tubuh. Peuyeum merupakan makanan khas Jawa Barat yang cukup menarik untuk saya olah karena bergizi, rasanya manis keasaman hasil fermentasi. Untuk menarik minat anak muda untuk mengkonsumsi makanan tradisional, saya mempunyai ide untuk menginovasi makanan tradisional “Peuyeumbol” dengan rasa yang menarik. Saya namai Peuyeumball chococheese.

Ketika sedang berada diluar rumah kebanyakan orang suka membeli makanan yang lebih praktis dinikmati dan mengenyangkan. Dengan beberapa alasan tersebut saya berniat untuk merintis usaha Peuyeumball chococheese. Dengan harapan banyak pelanggan akan tertarik untuk membeli Peuyeumball dengan rasa choco dan chesse.


2.    Visi dan Misi Pengelolaan
Visi
a.         Menjadi makanan yang digemari semua kalangan masyarakat
b.        Menjaga dan mempertahankan loyalitas konsumen

Misi
a.         Mempertahankan resep tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas bahan baku
b.        Memberikan harga bersahabat dan mengutamakan kebersihan
c.         Menerima saran dari konsumen untuk mengembangkan usaha supaya bisa lebih baik lagi
d.        Memberikan harga spesial untuk konsumen loyal yang memesan dalam jumlah banyak (lebih dari 50 pcs)

3.        Tujuan Usaha
a.         Memperoleh keuntungan yang bertahap (semakin lama semakin besar)
b.        Mewujudkan kemampuan dan kemantapan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c.         Membudayakan semangat, sikap, prilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat yang mampu di andalkan dan terdepan dalam berwirausaha
d.        Menarik minat masyarakat untuk menikmati makanan tradisional dengan inovasi baru




BAB II
ASPEK OPERASIONAL

1.        Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini, sesuai dengan namanya yaitu terdiri dari dua rasa yaitu Coklat dan Keju.
Saya memilih dua rasa tersebut karena banyak masyarakat yang menyukai coklat maupun keju. Produk yang kami berikan tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya seperti formalin, pemanis buatan, pewarna tekstil dll, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh konsumen dan tidak merusak kesehatan.

2.        Rencana Usaha
Adapun rencana usaha yang akan dijalankan dalam usaha ini ialah sebagai berikut:
1.      Rencana Jangka Pendek
Usaha Peuyeumball choco chesse yang saya rintis ini bertujuan untuk menambah pengalaman kerja didalam usaha bisnis bagi kalangan sesama mahasiswa maupun bagi umum, selain dapat meningkatkan kreativitas, juga dapat dijadikan suatu usaha yang menjanjikan untuk kehidupan masa depan.
2.      Rencana Jangka Menengah
Usaha yang saya rintis ini pastinya akan dikembangkan demi mewujudkan keinginan saya menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, strategi pasar dan pemasaran menjadi kunci awal untuk keberlanjutan usaha kami kedepannya. Pelanggan adalah aset, maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi yang utama dari segalanya, karena tanpa pelanggan belum tentu usaha ini akan bertahan lama. Tidak lupa pula kami rajin melakukan promosi usaha kami, baik dari mulut ke mulut maupun media online.
3.      Rencana Jangka Panjang
Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, kami akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas dari usaha kami ini, tidak lupa pula kami membangun jaringan dengan membangun toko maupun franchise agar usaha yang kami jalankan dapat berkembang lebih besar dalam bidang usaha kuliner di Indonesia.

3.        Analisis Pasar 
Analisis Pasar dan Pemasaran Peuyeumball choco cheese yaitu:
1.      Target Penjualan
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis seperti kampus, sekolahan dan tempat keramaian lainnya. Tempat-tempat lokasi tersebut yang banyak di lewati oleh mahasiswa, pelayar maupun masyarakat luas sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar kami yaitu masyarakat sekitar, mahasiswa dan pelajar.
2.      Sasaran Konsumen
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan masyarakat, baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua kalangan tersebut sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan, karna harga yang kami berikan pun cukup terjangkau yaitu Rp1.500/Pcs.

4.        Analisis SWOT
a.       Strength (Kekuatan)
Harga yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat terutama mahasiswa dan merupakan inovasi makanan tradisional peuyeumball yang keberadaannya jarang ditemui khususnya di daerah Bandung.
b.      Weakness (Kelemahan)
Produk tidak tahan lama, produk mudah ditiru dan diperbaharui, juga harga bahan baku yang cenderung berubah-ubah.
c.       Opportunity (Peluang)
Belum banyak yang menjual produk ini di tempat saya menjualnya. Rasanya yang unik bisa menjadi salah satu makanan yang cukup diminati.
d.      Threath (Ancaman)
Adanya pesaing yang bisa meniru atau bahkan memodifikasi makanan sejenis dengan harga yang lebih murah dan lebih bervariatif. Kurangnya antusiasme masyarakat terhadap makanan tradisional.

5.        Marketing Mix (4P)
a.       Product
Peuyeumball choco cheese merupakan produk buatan saya sendiri. Saya mengamati keinginan konsumen akan makanan yang unik, harga bersahabat dan praktis. Inovasi dilakukan supaya produk memiliki keunggulan. Seperti makanan ini yang merupakan inovasi dari peyeumball. Ada dua varian rasa yang saya buat yaitu isi coklat dan keju.

Untuk pengembangan produk dari usaha ini dapat menambahkan rasa yang lebih beragam lagi, seperti rasa stroberi, bluberi dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai lebih dimata para konsumen. Sehingga pengembangan produk semakin baik, dan tingkat ciri khas produk kita pun setiap harinya kian dikenal.
b.      Place
Karena masih pemula, saya memutuskan untuk menjual di lingkungan kampus dan lingkungan rumah tempat saya tinggal yang cukup ramai dilalui orang. Untuk selanjutnya diharapkan saya bisa menjual di tempat yang lebih luas lagi seperti dititipkan di took maupun mempunyai reseller.
c.       Price
Harga yang ditawarkan harus sesuai dengan kualitas yang pastinya dapat terjangkau oleh semua kalangan. Seperti harga yang saya berikan untuk satu pcs Peuyeumball choco cheese adalah Rp. 1.500,-
d.      Promotion
Promosi secara tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial, seperti facebook, BBM, Instagram, blog, dll. Karena sebagian besar masyarakat telah terbiasa menggunakan media sosial. Selain itu, untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang ditawarkan, saya mempunyai cara-cara tertentu, yaitu :
·           Pada setiap hari jumat saya akan memberikan diskon harga kepada konsumen yang membeli Peuyeumball choco cheese, hanya dengan Rp. 10.000,- bisa mendapatkan 8 pcs.
·           Spesial untuk pembelian 10 pcs akan mendapatkan kupon yang bisa ditukarkan dengan diskon 10% untuk pembelian selanjutnya.

6.        Rencana Produksi
Adapun rencana produksi yang dijalankan ialah sebagai berikut:
a.       Kualitas
Kualitas yang akan saya berikan dalah kualitas yang baik, dengan terus menjaga dan mengamati bahan bahan yang digunakan agar konsumen tidak kapok membeli produk kita yang memang mempunyai kualitas yang baik, baik dari segi fisik maupun rasanya.
b.      Lokasi
Tempat usaha yang saya rintis karena baru pertama kali maka lokasi akan di fokuskan di kampus dan lingkungan sekitar rumah.
c.       Cita Rasa
Dalam mengontrol cita rasa produk dari usaha ini agar dapat dinikmati oleh konsumen dengan rasa yang enak, maka kami melakukan proses yang baik, dari bahan baku yang akan kita pakai sampai menggunakan kemasan yang memudahkan konsumen, guna mempertahankan cita rasa dari produk kami. Supaya konsumen puas dengan produk yang kita tawarkan ke mereka

7.        Proses Produksi
Peuyeumball chococheese ini diproses dengan menggunakan bahan baku yang mengandung karbohidrat dan energy. Cara produksi juga masih menggunakan peralatan dan cara yang tradisional agar cita rasa keasliannya tetap terjaga.

8.        Peralatan Produksi
Alat-alat yang digunakan untuk membuat Peuyeumball chococheese adalah :
a.         Kompor gas
b.        Spatula
c.         Tabung Gas 3 kg
d.        Baskom plastik
e.         Wajan
f.         Parutan keju
g.        Kotak plastik

Bahan-bahan
a.         Tepung terigu 1,5 kg
b.        Peuyeum (Tape singkong) 2 kg
c.         Gula halus ½ kg
d.        Keju 100 gr
e.         Vla Cokelat 1 bks
f.         Minyak Goreng 1 kg

Cara Pembuatan :
1.        Campurkan peuyeum pilihan, terigu, air dan aduk hingga kalis. Biamkan satu malam sehingga adonan mengembang
2.        Ambil sedikit adonan dan bentuk bulat lalu masukkan vla cokelat / parutan keju ditengahnya
3.        Goreng adonan hingga kecoklatan lalu tiriskan. Taburi dengan gula halus





BAB III
ANALISA KEUANGAN

1.        Sumber Modal
Semuanya berasal dari modal milik sendiri.

2.        Aktiva Tetap
NO
Nama Barang
Banyaknya
Harga Satuan
1
Kompor Gas
1 unit
Rp. 150.000
2
Tabung 3 kg
1 unit
Rp. 125.000
3
Spatula
1 unit
Rp. 10.000
4
Baskom plastik
1 unit
Rp. 15.000
5
Parutan keju
1 unit
Rp. 7.500
6
Kotak plastik
1 unit
Rp. 75.000
7
Piring
2 unit
Rp. 6.000
8
Wajan
1 unit
Rp. 35.000
9

JUMLAH
Rp. 423.500

3.        Biaya Variable
Bahan Baku
NO
Bahan Baku
Spesifikasi
Jumlah Harga
1
Tepung Terigu
1,5 kg
Rp. 12.000
2
Peuyeum
2 kg
Rp 14.000
3
Minyak goreng
1 kg
Rp. 12.000
4
Keju
100 gr
Rp. 9.000
5
Vla Cokelat
1 bks
Rp 5.000
6
Gula halus
½ kg
Rp. 6.500

JUMLAH

Rp. 58.500

Biaya Lainnya
NO
Deskripsi/Uraian
Pemakaian
Jumlah Harga
Harga Harian
1
Air Ledeng
1 bulan
Rp. 9.000
Rp. 300
2
Plastik
1 bulan
Rp. 5.000
Rp. 167

JUMLAH


RP. 467


4.        HARGA
Harga Poko     Biaya Bahan Baku + Biaya Lainnya / Banyaknya Produk
                               = 58.500 + 467 / 50
                               = 58.967 / 50 
                               = 1.179


Harga Jual     = Harga Pokok + (15% x Harga pokok)
                        = Rp. 1.179 + (15% x Rp. 1.179)
                        = Rp. 1.179 + (Rp. 176,85)
                        = Rp. 1.356 atau saya akan bulatkan harganya menjadi Rp. 1.500


5.        PENYUSUTAN
NO
Nama Barang
Banyaknya
Harga Satuan
Masa Pakai
Penyusutan
1
Kompor Gas
1 unit
Rp. 150.000
36 bulan
Rp. 4.167
2
Tabung 3 kg
1 unit
Rp. 106.500
36 bulan
Rp. 2.958
3
Spatula
1 unit
Rp. 10.000
24 bulan
Rp. 417
4
Baskom plastik
1 unit
Rp. 15.000
24 bulan
Rp. 625
5
Parutan keju
1 unit
Rp. 7.500
24 bulan
Rp. 313
6
Kotak plastik
1 unit
Rp. 75.000
36 bulan
Rp. 2.083
7
Piring
2 unit
Rp. 6.000
24 bulan
Rp. 250
8
Wajan
1 unit
Rp. 35.000
36 bulan
Rp. 972
9
Gas 3 kg
1 unit
Rp. 18.500
1 bulan
Rp. 18.500
9

JUMLAH


Rp. 30.285



6.        Perhitungan Laba Rugi
Penerimaan perbulan           : 50 buah x Rp. 1.500 x 30 hari =       Rp. 2.250.000
Pengeluaran (Biaya operasional)
Biaya bahan baku        : Rp. 58.500 x 30 hari             = Rp. 1.755.000
Biaya lainnya              : Rp. 467 x 30 hari                  =  Rp. 14.010
Biaya penyusutan        :                                               = Rp. 30.285   +


Rp. 1.799.295     -


Laba / bulan                                                                                      Rp. 450.705





BAB IV
PENUTUP

1.        Kesimpulan
Dalam menjalankan suatu usaha, kita harus sering dan bersungguh-sungguh jangan sampai berhenti di tengah jalan. Dibutuhkan keuletan dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi hambatan dan persaingan. Inovasi produk pun sangat diperlukan supaya pelanggan tidak bosan dengan produk yang kita jual karena loyalitas pelanggan merupakan asset terpenting.

Promosi yang menarik juga sangat dibutuhkan karena dengan hal tersebut para konsumen dapat lebih antusias atas produk yang kita tawarkan. Lokasi dan harga pun sangat berpengaruh, jadi usahakan lokasi usaha sesuai dengan target pasar.

2.        Saran
Adapun saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :
1.        Para pembaca dapat lebih memahami dan memaknai pentingnya belajar bisnis
2.        Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa mulailah berbisnis dari hati dan secara tekun
3.        Dalam melakukan atau menjalankan bisnis bagi pemula kita dapat bertanya kepada pembisnis atau pengusaha yang sudah sukses dalam dunia bisnisnya

Minggu, 29 Oktober 2017

YUK, JADIKAN BERMAIN DAN GADGET BERNILAI POSITIF BAGI ANAK



Bermain merupakan sesuatu yang tidak terlepas dari kegiatan anak sehari-hari karena selain menyenangkan, bermain juga dapat menambah keceriaan anak. Dunia bermain bukan hanya sebatas kegiatan atau interaksi yang membuat anak betah dan merasa senang dengan sesuatu yang dilakukannya. Permainan yang dimaksud tentunya haruslah mempunyai nilai plus diantaranya berupa manfaat untuk Perkembangan fisik, Keterampilan motorik, Perkembangan kognitif, Perkembangan Sosial dan Perkembangan emosional.

Dunia bermain yang baik juga dapat menanamkan kepribadian baik dan memberikan hal positif dalam tumbuh kembang anak. Berikut merupakan beberapa tips bermain pada anak yang dapat memberi nilai plus positif :

1.      Berikan Permainan yang Tepat dan Dapat Mengasah Kemampuannya
Anak sangat suka bermain, berikan permainan sesuai dengan usianya saat ini. Pada umumnya anak usia dibawah 1 tahun biasanya diberikan mainan sederhana seperti musik box, soft toys, teething toys. Sedangkan untuk anak 2-5 tahun sudah diperkenalkan dengan sepeda, berimajinasi dengan bonekanya, melukis, menempel gambar. Untuk anak 5 tahun keatas, mereka sudah bisa diajarkan menulis, membaca dan kegiatan yang lebih aktif lagi. Meskipun anak sudah diberikan berbagai mainan sesuai usianya, komunikasi dan interaksi orang tua juga orang terdekat tentu masih sangat dibutuhkan dalam mengawasi dan mendampingi buah hati.

2.      Kembangkan Bakat dan Minat Anak yang Sudah Dimiliki
Bakat anak biasanya sudah terlihat ketika usia mereka masih balita, misalkan anak sudah terlihat pintar menghapal angka dan menghitung mainan-mainannya maka disi;tu sudah terlihat bahwa anak pintar berhitung. Asah bakat anak dengan permainan yang berhubungan dengan matematika karena bisa jadi suatu saat ia menjadi ahlinya di bidang tersebut. Lebih baik mengasah bakat yang dimilikinya daripada mencekoki anak untuk bisa mengusai bidang yang orang tuanya senangi padahal anak sama sekali tidak berminat.

3.      Mengajarkan Sesuatu Dengan Cara yang Disukainya
Sisipkan hal yang perlu anak pelajari di dalam permainannya tersebut atau biasa kita dengar istilah bermain sambil belajar. Jika anak sangat aktif dan suka sekali bergerak, coba berikan games seru yang dapat melatih fisik dan kepandaiannya. 

Hal yang tak kalah penting juga ialah mengembangkan kecerdasan spiritual yang mana kecerdasan ini erat kaitannya dengan keadaan jiwa dan bathin seseorang guna membangun diri dengan nilai-nilai positif. Kecerdasan spiritual baiknya orang tua bina dan tingkatkan sedini mungkin pada anak dengan mengajarkan dasar-dasar agama melalui penyampaian yang anak sukai seperti misalkan menceritakan kisah nabi dan rasul sebelum anak tidur dan mengajarkan doa sehari-hari kepada anak dengan cara dinyanyikan supaya anak mudah menghafalkannya.

4.      Tempatkan Anak di Lingkungan Bermain yang Baik
Orang yang berkualitas biasanya mereka tumbuh dan berada di lingkungan yang baik. Lingkungan bisa mempengaruhi bahkan membentuk karakter seseorang tanpa disadari. Jangan biarkan begitu saja anak bermain di lingkungan yang terdapat banyak anak nakalnya dimana mereka terbiasa berbicara kasar, suka berkelahi, bahkan sampai mencuri. Awasi selalu anak ketika sedang bermain dengan teman-temannya apalagi jika Anda memang terpaksa sudah tinggal di lingkungan yang kurang baik.
Berikan nasihat atau sedikit hukuman yang bisa membuat anak jera jika memang anak menjadi nakal dan beritahu secara tegas mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan. Baiknya batasi anak untuk bergaul dilingkungan yang kurang baik. Lebih baik anak bermain di rumah dengan sedikit teman atau di tempat lain yang teman-teman bermainnya baik.

5.      Perkenalkan Dengan Permainan Tradisional
Adapun manfaat permainan tradisional yang dapat mempengaruhi perkembangan anak diantaranya yaitu Mengembangkan kecerdasan emosional dan intelektual pada anak, Mengembangkan daya kreatifitas, dan Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.

Meskipun realita yang kita lihat saat ini bahwa Gadget sudah mulai menguasai kehidupan. Banyak anak yang lebih memilih gadget dibanding permainan tradisional karena berbagai alasan seperti lebih praktis, bisa dimainkan dimana saja, simpel karena hanya bermodalkan smartphone dan jaringan internet. Gadget seakan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari bagi penggunaannya.

Tidak dapat dipungkiri walaupun memang banyak aplikasi dalam smartphone atau games yang dapat digunakan sebagai media belajar anak namun kenyataannya masih ada manfaat permainan tradisional yang tidak bisa digantikan oleh gadget. Permainan tradisional dapat melatih kreatifitas anak untuk menumpahkan imajinasinya secara langsung dan dapat meningkatan kemampuan bersosialisasi anak sebab mereka bermain dengan bergaul bersama teman-temannya yang lain.

Lalu, perlukah anak diperkenalkan dengan Dunia Virtual ?
Dunia Virtual menurut wikipedia adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer, suatu lingkungan yang ditiru atau hanya ada dalam imajinasi.

Seperti yang sering kita lihat dan amati bahwa Dunia Virtual yang biasa akrab dengan anak ialah Gadget. Banyak orang tua yang memberikan gadget pada anak dengan alasan supaya anak merasa nyaman dan tidak rewel. Tidak baik sebenarnya membiarkan begitu saja anak bermain game maupun mengakses youtube tanpa pengawasan orang tua. Perlu diketahui beberapa bahaya penggunaan gadget yang kurang tepat pada anak, diantaranya :
(a) Menyebabkan kecanduan bermain gadget
(b) Gangguan terhadap perkembangan otak dan mental
(c) Malas melakukan hal pokok seperti mandi, makan, istirahat
(d) Rentan membuka situs online yang tidak layak dilihat anak dibawah umur
(e) Obesitas karena malas beraktivitas
(f) Bermasalah dengan komunikasinya dan cenderung tertutup.

Sebenarnya pada usia berapa sih anak mulai bisa dikenalkan dengan gadget? Jangan terlalu terburu-buru mengenalkan gadget pada anak jika memang anak tidak merengek ingin memainkannya. Namun sebenarnya anak bisa mulai diperkenalkan gadget ketika anak bisa mengerti dan mempelajari bentuk, suara dan warna. Biasanya  ketika anak mulai memasuki usia pra sekolah atau usia 3 tahun keatas dengan catatan harus tetap di dampingi orang tua. Berbeda dengan anak dibawah 3 tahun, sebaiknya mereka jangan diberikan dahulu permainan dari jenis tablet, smartphone, komputer dan laptop. Hal ini sesuai dengan salah satu penelitian yang dilakukan oleh The American Academy of Pediatrics yang menyebutkan bahwa sebaiknya anak dibawah usia 2 tahun tidak diperkenalkan dengan dunia virtual karena dapat menghambat sensor motoriknya. Anak bisa jadi asik dengan dunianya sendiri bahkan dapat menjadi pemicu keterlambatan berbicara.

Gadget atau gawai sepertinya sudah menjadi hal yang mudah dinikmati oleh anak seiring perkembangan globalisasi yang kian lama kian menjadikan teknologi sebagai hal pokok guna menjadi media hiburan, mendapatkan informasi maupun media komunikasi, dan sebagainya. Sebagai orang tua sudah seharusnya bisa dengan bijak menempatkan sesuatu yang baik untuk menunjang perkembangan anak. Namun bagaimana jika ternyata dampak negatif gadget sudah terlihat pada anak. Berikut beberapa cara untuk menyiasatinya :

1.      Batasi Waktu Anak Bermain Gadget
Orang tua harus bijak mengatur waktu dan membatasi penggunaan gadget sehingga anak tidak kecanduan. Seperti misalkan membatasi penggunaannya hanya satu jam sehari dengan menggunakan waktu off otomatis yang bisa kita atur, sudah banyak jenis smartphone yang memungkinkan untuk mengaktifkan on/off secara otomatis. Siasati sebisa mungkin supaya anak tidak seharian non stop terpaku pada layar gadgetnya. 

2.      Alihkan Perhatian Anak Dengan Kegiatan yang Anak Sukai
Setiap anak pasti punya hobi dan minat yang positif terhadap hal-hal diluar dunia virtual. Orang tua baiknya mendukung anak untuk melakukan hobinya tersebut meskipun agak sedikit menguras energi. Berikan perhatian untuk anak dan luangkan waktu sebisa mungkin untuk mendampingi anak bermain, agar anak mulai bisa meninggalkan kebiasaan buruknya. Baiknya lagi, anak yang dididik di lingkungan baik dengan mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tuanya ia dapat tumbuh menjadi individu positif, ceria, mempunyai rasa belas kasih dan mampu mengendalikan diri juga mudah beradaptasi.

3.      Mambatasi Penggunan Internet
Gadget yang canggih tidak terlepas penggunaannya dari jaringan internet yang mendukung. Dewasa ini berbagai situs dan media sosial semakin mudah diakses tak terkecuali oleh anak-anak. Orang tua harus dapat mengkontrol penggunaan internet pada anak dengan tidak membiarkan anak berselancar di dunia virtual begitu saja tanpa diawasi.
Seperti yang kita ketahui bahwa ketika kita browsing video edukasi anak atau game online ada saja situs atau game berkonten dewasa bisa dengan mudah muncul tanpa sengaja di cari. Miris rasanya jika anak-anak yang masih polos membuka situs tersebut. Waduh sebagai orang tua bisa kecolongan nih kita. Bahaya

4.      Anak Adalah Peniru yang Baik, Maka Berikan Contoh yang Baik
Usahakan orang tua atau orang-orang terdekat anak untuk tidak bermain gadget dengan asiknya sampai tidak menghiraukan anak yang sedang bercanda atau mengajak kita bermain. Saking asiknya tak terasa kita hanya menanggapi anak seperlunya, perhatian kita lebih tertuju pada layar samartphone dibandingkan anak. Sehingga anak menjadi penasaran dengan keseruan apa yang sebenarnya ada pada gadget. Anak akan mencari tahu dan menemukan keasyikan di dalam gadget yang akhirnya membuat anak jadi tidak mau lepas dari gadget. Kalau sudah begini sulit sepertinya untuk melepaskan gadget dari genggaman anak jika kita saja belum bisa memberikan contoh yang baik. Yuk Intropeksi.

5.      Luangkan Waktu Anda Untuk Bermain Dan Berinteraksi Dengan Anak
Sesibuk apapun, baiknya orang tua harus tetap bisa menyisihkan waktunya untuk menemani dan mengajak anak bermain. Sesekali ajak anak bermain ke tempat rekreasi yang mereka sukai. Jangan lupa juga untuk menjalin interaksi, ajak anak berinteraksi di sela-sela waktu luang kita agar anak merasa dekat dan nyaman bercerita kepada kita. Kita sebagai orang tua harus antusias menanggapi pembicaraan anak supaya anak merasa senang karena diperhatikan. Bangun kedekatan senyaman mungkin bagi anak untuk berbagi cerita, menjadi orang tua yang sekaligus dapat menjadi teman dekat untuk anak.

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan, bermain dan belajar. Sebagai orang tua yang bijak hendaknya kita bisa memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk buah hati tercinta agar kelak dapat tumbuh menjadi generasi yang positif, berkualitas dan bermanfaat bagi sekitarnya.

POTRET GENERASI MILENIAL INDONESIA

                                    " Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia..."                                ...